Karya Tulis Ilmiah-Diagnosis Penyebab Kesalahan Dalam Perkalian Susun Ke Bawah Cara Pendek di Kelas IV

 

 

KARY TULIS ILMIAH

 

DIAGNOSIS PENYEBAB KESALAHAN DALAM PERKALIAN

SUSUN KE BAWAH CARA PENDEK DI KELAS IV

 

 

DISUSUN UNTUK MELENGKAPI MATA KULIAH

DI SEMESTER VII

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

SULASTRI SUSILAWATI

 

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PJJ UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA – BOGOR

TAHUN 2011

 

 

DIAGNOSIS PENYEBAB KESALAHAN DALAM PERKALIAN

SUSUN KE BAWAH CARA PENDEK DI KELAS IV

 

 

A.    Latar Belakang

Pembelajaran Matematika merupakan pembelajaran yang banyak kurang disukai oleh peserta didik, baik dikalangan sekolah dasar maupun dikalangan menengah. Matematika merupakan pelajaran yang ditakuti oleh banyak siswa. Hasil diskusi dengan guru-guru merasa kesulitan dalam menumbuhkan rasa senang terhadap pembelajaran matematika bagi peserta didiknya mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI.

Keluhan tersebut menjadi terbukti bila dikaitkan dengan hasil ulangan siswa kelas IV SDN Kembangkuning yang melakukan banyak kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal tentang perkalian susun ke bawah dengan cara pendek.  Dari 40 orang siswa yang masing-masing mengerjakan 10 soal didapat data sebagai berikut.

  • Terdapat 4 siswa yang menjawab salah 1 soal
  • Terdapat 5 siswa yang menjawab salah 2 soal
  • Terdapat 7 siswa yang menjawab salah 3 soal
  • Terdapat 6 siswa yang menjawab salah 4 soal
  • Terdapat 4 siswa yang menjawab salah 5 soal
  • Terdapat 14 siswa yang menjawab salah lebih dari 5 soal

Setelah dilakukan kajian terhadap hasil pekerjaan siswa ternyata siswa banyak melakukan kesalahan terutama pada soal-soal yang hasil perkaliannya lebih dari 10 sehingga harus digunakan teknik memindah (teknik menyimpan). Kesalahan-kesalahan tersebut dapat dirangkumkan sebagai berikut.

  • Siswa melakukan kesalahan karena tidak menguasai fakta dasar perkalian.

        948

72

1696        (2 ´ 9 = 16)

6636

68056

Contoh-1

408

6

3048      (6 ´ 4 = 30)

 

 

Siswa melakukan kesalahan dalam menentukan hasil perkalian yaitu:

6 ´ 4 = 30

2 ´ 9 = 16

  • Siswa melakukan kesalahan dalam perkalian dengan bilangan nol.

        408

6

2508

Contoh-2

709

68

5752

431

48892

Siswa salah dalam menentukan hasil perkalian dengan bilangan nol.

Dalam pemikiran siswa suatu bilangan bila dikalikan dengan bilangan nol hasil kalinya adalah bilangan itu sendiri.

  • Siswa melakukan kesalahan karena tidak memahami algoritma perkalian 2 bilangan cacah susun ke bawah dengan cara pendek.

98

(satuan dikalikan satuan kemudian puluhannya dijumlahkan)

(satuan dikalikan satuan, puluhan dikalikan puluhan)

69

72

540

612

 

  • Siswa melakukan kesalahan karena tidak menguasai nilai tempat.

          81

90

00

729

729

697

47

4879

2788

7667

 

  • Senada dengan masalah di atas Ashlock (1990: 65-68) juga menyampaikan pola kesalahan siswa dalam mengerjakan soal tentang perkalian 2 bilangan cacah susun ke bawah dengan cara pendek seperti berikut.

            5

48

57

336

250

2836

1

24

4

86

34

2

68

2

27

4

88

2

18

3

34

2

46

24

184

102

1204

 

 

 

 

         28

4

202

Demikian juga Marks (1985:119) menyatakan bahwa banyak guru melaporkan tentang muridnya yang tidak dapat memberikan jawaban yang benar untuk soal seperti:

 

 

 

Jalan pikiran pengerjaan itu adalah: 4 ´ 8 = 32 ditulis 2 memindah 3 puluhan. Maka 3 puluhan ditambah 2 puluhan (dalam 28) menjadi 5 puluhan, dan 4 ´ 5 puluhan adalah 20 puluhan, sehingga hasilnya 202.

Berdasar pengalaman di lapangan terungkap bahwa   penyebab  permasalahan tersebut muncul antara lain adalah:

  • siswa tidak hafal fakta dasar perkalian dan guru melaksanakan pembelajaran hanya dengan lisan dan mencongak sehingga membosankan dan menakutkan;
  • guru melakukan pembelajaran perkalian susun ke bawah cara pendek dengan hanya memberikan algoritma (langkah-langkah pengerjaan) secara mekanik atau hafalan.

Berdasar hal tersebut di atas, maka diperlukan suatu kejelasan tentang penyebab kesalahan siswa dalam mengerjakan perkalian susun ke bawah cara pendek, dan alternatif pemecahannya dalam suatu pembelajaran yang menekankan pada pemahaman proses. Pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan cara melibatkan siswa secara aktif dalam suatu kegiatan  PTK, yang menekankan pada penggunaan pendekatan konstruktivis dan teori Bruner yaitu: enaktif, ekonik dan simbolik.

Pendekatan konstruktivis menurut pandangan Hudoyo (1998:2-6) adalah belajar yang menekankan pada proses aktif membangun makna. Sehingga pengetahuan yang terdiri dari konsep-konsep dan prinsip-prinsip terkait satu sama lain bagaikan jaring laba-laba. Belajar matematika merupakan proses membangun/mengkonstruksi dari konsep-konsep dan prinsip-prinsip, tidak sekedar penggrojokan yang terkesan pasif dan statis, namun belajar itu harus aktif dan dinamis.

Bruner (dalam Orton, 1992:151) menyatakan bahwa siswa dalam belajar konsep matematika melalui 3 tahap yaitu enaktif, ekonik, dan simbolik. Tahap enaktif yaitu tahap belajar dengan memanipulasi benda atau obyek konkrit, tahap ekonik adalah tahap belajar dengan menggunakan gambar, dan tahap simbolik adalah tahap belajar matematika melalui manipulasi lambang atau simbol.

B.    Fokus masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka akan dilakukan PTK dengan memfokuskan pada penyebab kesalahan siswa dalam mengerjakan perkalian susun ke bawah dengan cara pendek, yaitu menentukan sebab kesalahan siswa dengan memeriksa setiap kesalahan. Berdasar penyebab kesalahan-kesalahan tersebut dilakukan usaha untuk memperbaikinya dalam pembelajaran.

C.    Rumusan Masalah

Sesuai dengan fokus penelitian di atas, maka dapat disusun rumusan masalah yang diajukan menjadi pertanyaan sebagai berikut.

1.     Apa saja yang menjadi penyebab kesalahan siswa pada perkalian susun ke bawah dengan cara pendek?

2.     Strategi pembelajaran apa yang dapat dilakukan untuk memberi motivasi sehingga dapat memperbaiki penyebab kesalahan siswa tersebut?

D.    Tujuan Penelitian

Sesuai dengan fokus permasalahan di atas, maka tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.     Mendiskripsikan penyebab kesalahan siswa pada perkalian susun ke bawah dengan cara pendek.

2.     Mencari strategi pembelajaran yang dapat memberi motivasi kepada siswa dalam perkalian susun ke bawah dengan cara pendek di kelas IV SD.

E.     Hipotesis Tindakan

1.     Dengan menggunakan tes, wawancara, kuesioner dapat mengungkap penyebab kesalahan siswa pada perkalian susun ke bawah dengan cara pendek.

2.     Strategi pembelajaran yang menekankan pada pendekatan konstruktivis dan teori Bruner yang mengaktifkan siswa dalam belajar, akan dapat memotivasi dan memahami perkalian susun ke bawah dengan cara pendek.

F.     Manfaat Penelitian

1.     Mengungkap kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal tentang perkalian susun ke bawah dengan cara pendek.

2.     Strategi pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis dan teori Bruner dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam perkalian susun ke bawah dengan cara pendek.

G.    Kajian Pustaka

1.     Kesalahan-kesalahan umum dalam penyelesaian perkalian susun ke bawah cara pendek berdasar temuan-temuan yang lalu dan alternatif pemecahannya.

2.     Pendekatan konstruktivis dan teori Bruner serta keunggulannya dalam pembelajaran.

3.     Teori diagnosis dan remidi dalam pembelajaran.

4.     Pembelajaran perkalian susun ke bawah cara pendek yang mengacu pada pendekatan konstruktivis dan teori Bruner.

H.    Metode Penelitian

1.     Langkah-langkah

a.      Studi pendahuluan (refleksi awal)

b.     Penyusunan perencanaan

c.      Pelaksanaan tindakan

d.     Observasi (pengamatan)

e.      Refleksi

2.     Kualitatif tindakan kelas kolaboratif

3.     Pengumpulan data melalui:

a.      observasi

b.     tes awal dan akhir pembelajaran

c.      tes dalam proses pembelajaran

d.     wawancara awal dan akhir pembelajaran

e.      catatan lapangan

I.      Rencana Tindakan

Rencana tindakan yang akan dilakukan terdiri dari 2 pembelajaran, yang terdiri dari beberapa siklus tergantung dari hasil yang dicapai siswa. Siklus akan berhenti bila siswa telah mencapai hasil belajar optimal dengan nilai lebih dari 80.

Tindakan 1 yaitu pembelajaran fakta dasar perkalian dengan metode permainan.

Pembelajaran tindakan yang akan dilaksanakan direncanakan dengan permainan kartu perkalian, mencongak, dan menghafal fakta dasar perkalian.

Tindakan 2 membahas tentang perkalian susun ke bawah cara panjang dan pendek dengan pendekatan konstruktivis dan teori Bruner. Rencana tindakan dalam bentuk RPP dilampirkan dalam proposal ini. Pembelajaran tindakan yang akan dilaksanakan direncanakan  mengacu pada teori Kennedy (1994:360-366) dan Troutman (1991:113-114) yaitu: (1) menaksir hasil perkalian, (2) konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang, (3) perkalian diperagakan dengan menggunakan benda konkret berdasar baris (bila diperlukan), (4) visualisasi perkalian ke dalam bentuk gambar, (5) pemisahan kelompok ratusan, puluhan, dan satuan berdasar kolom, puluhan dan satuan berdasar basis dari gambar, (6) menentukan kalimat penjumlahan dan perkalian dari setiap kelompok gambar, (7) menentukan hasil perkalian susun ke bawah dengan cara panjang yang dikaitkan dengan gambar, dan algoritmanya secara singkat, (8) menentukan hasil perkalian susun ke bawah dengan cara pendek yang dikaitkan dengan gambar, dan algoritmanya secara singkat.

Rencana tindakan yang akan dilaksanakan dalam PTK bertujuan untuk melatih siswa agar:

  1. Terampil dan menguasai fakta dasar perkalian, perkalian dengan bilangan puluhan dan ratusan ( tindakan 1).
  2. Mampu menafsirkan hasil perkalian secara kasar terutama untuk perkalian yang menggunakan bilangan besar (tindakan 2).
  3. Dapat menggunakan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan dan dapat memperagakannya dengan menggunakan media pembelajaran, antara lain menggunakan petak persegi atau lidi (tindakan 2).
  4. Menguasai nilai tempat, dan dapat memindahkan tempat bilangan dari kanan ke kiri dan sebaliknya (tindakan 2).
  5. Menguasai algoritma perkalian susun ke bawah cara pendek (tindakan 2

 

About kelompok26bgr

Diriku adalah keinginanku
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s